Profile

Polinus Harita

Mahasiswa yang memiliki minat di bidang teknologi, web development, desain modern, dan dunia digital kreatif.

Tentang Saya

Pendidikan

Mahasiswa aktif yang fokus mempelajari teknologi, sistem informasi, dan pengembangan web modern.

Keahlian

HTML, CSS, Blogger, desain UI sederhana, editing foto, dan responsive web design.

Tujuan

Mengembangkan kemampuan digital dan membangun portfolio profesional.

Instagram Github LinkedIn

Artikel & Berita

Senin, 18 Mei 2026

tentang suku nias

 Suku Nias adalah kelompok etnik yang berasal dari Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Mereka menamakan diri mereka "Ono Niha" (Ono berarti anak/keturunan; Niha = manusia) dan Pulau Nias sebagai "Tanö Niha" (Tanö berarti tanah). Hukum adat tradisional Nias secara umum disebut fondrakö. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik, dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.[2]

Tari Perang Suku Nias

Asal-usul

Mitologi

Tari Perang

Berbagai mitos dalam hoho menceritakan kedatangan suku Nias ke pulau. Sebuah hoho mengatakan bahwa orang Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut "Sigaru Tora'a" yang terletak di sebuah tempat yang bernama Teteholi Ana'a. Kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 putra yang disuruh keluar dari Teteholi Ana'a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke-9 putra itulah yang dianggap menjadi orang yang pertama sekali yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.[3] Mitos lainnya, Inada Sirici menurunkan 6 orang anak ke Pulau Nias dan menjadi leluhur.[4] Masih terdapat beberapa versi lain tentang kehadiran manusia di Nias.

Penelitian Arkeologi

Penelitian arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999. Penelitian ini menemukan Pulau Nias telah dihuni sejak 12.000 tahun yang lalu oleh imigran dari daratan Asia, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun lampau. Budaya Hoabinh di Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias menimbulkan dugaan imigrasi penduduk dari Vietnam.[5]

Pada 2013, penelitian genetika oleh mahasiswa doktoral Departemen Biologi Molekuler Forensik Erasmus MC menyimpulkan bahwa masyarakat Nias berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Mereka diperkirakan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina 4.000-5.000 tahun lalu.[6]

Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam genetika orang Nias saat ini tidak ada lagi jejak dari masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Gua Tögi Ndrawa. Penelitian arkeologi terhadap alat-alat batu yang ditemukan menunjukkan bahwa manusia yang menempati gua tersebut berasal dari masa 12.000 tahun lalu.[7][8]

Ciri Fisik Khas Suku Nias

  1. Postur tubuh: Orang Nias umumnya memiliki postur tubuh yang sedang hingga tinggi. Tinggi badan rata-rata mereka berkisar antara 155 cm hingga 168 cm.[9]
  2. Bentuk wajah: Wajah orang Nias cenderung berbentuk oval dengan rahang yang cukup tegas, terutama pada pria.[9]
  3. Warna kulit: Kulit orang Nias umumnya berwarna putih atau kuning langsat. Sebagian juga memiliki kulit sawo matang seperti kebanyakan orang Indonesia lainnya.[9]
  4. Rambut: Rambut orang Nias biasanya berwarna hitam dan cenderung tebal.[9]
  5. Mata: Salah satu ciri khas yang paling menonjol adalah bentuk mata mereka yang cenderung sipit, meskipun tidak sesipit mata orang Tionghoa.[9]

Sistem kekeluargaan

Suku Nias menerapkan sistem mado mengikuti garis ayah (patrilineal). Mado-mado umumnya berasal dari kampung-kampung pemukiman yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar